Skip to main content

Terlalu Memilih karena Takut Salah Pilih

Menurutmu, “Takut Memilih karena Takut Salah Pilih.” Merupakan judul yang pas nggak ya untuk tulisan yang Saya tulis ini? Okey, komentarnya nanti aja setelah wacana Saya selesai.
Ada sebuah cerita,
Seorang remaja sedang pergi ke sebuah toko baju, dia ingin mencari cardigan yang sesuai dengan yang ia cita-citakan. Sudah sejam dia mengobrak-abrik isi toko tapi tidak ada satupun yang sesuai dengan keinginannya. Ada yang sesuai modelnya, tapi warnanya nggak masuk criteria. Giliran warnanya cocok, ada sobek sedikit di bagian lengannya. Hingga pada akhirnya waktu tiga jam terbuang percuma.

Di sini Saya tidak akan membahas tentang gadis tadi yang sedang memilih baju, tapi di sini Saya akan membahas tentang memilih “Pasangan Hidup”
Banyak yang terjebak dan sulit membedakan mana di dunia nyata dan mana di dunia fantasi. Siapa sih yang tidak ingin memiliki pasangan hidup yang mapan, tampan, dan memiliki sikap yang bisa menjadi suri teladan? Akan tetapi, Pria juga sama seperti kita, apakah pernah kalian berfikir kalau kalian masih jauh dari kata sempurna? Kalau “Iya” kenapa kalian menggunakan standart yang terlalu melangit untuk pria yang akan mendampingimu?
Sepasang manusia itu diciptakan untuk saling belajar untuk menjadi sempurna bersama-sama. Bukanya memilih yang sempurna. Toh di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna.
Memilih pasangan hidup tidak salah, yang salah adalah terlalu memilih dan tidak bisa berfikir lebih realistis.

Banyak diantara kita yang sampai sekarang belum kunjung mendapatkan pendamping hidup, padahal hidupnya sudah sangat sempurna. Banyak juga yang belum menikah sampai umur tiga puluhan padahal usia mengandung yang baik adalah ketika seorang wanita berusia antara 20 – 35 tahun. Apakah tidak sayang kalau usia yang sempurna untuk menjadi ibu malah digunakan untuk memilih-milih pasangan?
Saat menjadi seorang ibu pun kita masih bisa berkarier masih bisa berkarya dan bersosialisasi. Berumah tangga adalah pelengkap dalam hidupmu? Saya yakin tidak selamanya melajang itu nikmat.
"Jadi masalahnya dimana?" Kesalahannya ada pada diri sendiri lah. Apakah Kamu sudah move on dari pemikiran kamu? Apakah Kamu juga sudah move on dari mantan kamu? Kalau jawabannya “Iya” buruan membuka diri, karena jodoh itu tidak akan pernah datang kalau Kamu tidak mau mencarinya dan tidak mau menerimanya.
Mengenai kelemahan pasangan?
Uang bisa dicari, tampang bisa ke salon, orang jahat juga bisa baik, intinya selama ada niat memperbaiki diri pasti ada perubahan. Hidupmu bahkan bisa menjadi lebih indah dan bermakna saat kamu berjuang bersama-sama menjadi pasangan yang sempurna.
Nggak mau kan hidupmu sia-sia seperti gadis yang sudah berjam-jam mencari baju yang diinginkan tapi malah berujung tidak membeli apa-apa?
Simple aja sih, kalau kamu ingin pasangan yang sempurna ya Kamu harus bisa menciptakannya lah. Jika kamu tidak bisa menciptakan, ya sudah terima saja orang yang menurutmu pantas hidup bersamamu.
Tidak selamanya hidupmu hanya dihabiskan untuk memilih dan memilih. Sampai kapan kamu mempertahankan ego mu sendiri? Saya takut kalian menyesal suatu hari nanti. Jangan pernah takut salah pilih, karena Tuhan akan memilihkan jalan yang terbaik bagi hambanya yang mencoba dan berdoa. Gagal sekali bukan lah halangan untuk Kamu mencoba lagi. Ini tentang hidup Kamu. Apakah Kamu merasa nyaman di cap sebagai "Perawan Tua, atau "Remaja di usia Rawan?"
Ingat waktu tidak pernah bisa kembali, gunakan saja sebaik mungkin.
Saya juga bukan seorang Wanita yang sempurna, Saya sama seperti kalian, sedang proses mencari belahannya. Tapi saya tidak berhenti, Tapi saya tidak menyerah, Karena ini hidup Saya, dan ini kebahagiaan Saya.

Comments

Popular posts from this blog

Sedia Payung tapi Masih Kehujanan

Ada sebuah peribahasa  “Sedia Payung Sebelum Hujan,”  yang berarti waspadalah sebelum terjadi suatu masalah. Istilah bekennya mengobati sebelum sakit. Pernah dengar seseorang yang Kamu pergoki sedang mengeluhkan hidupnya karena keteledorannya? Jawabannya pasti pernah. Pernah dengar orang yang menyalahkan orang lain karena masalah yang dia hadapi? Bisa pernah bisa belum, atau kamu malah mengalaminya sendiri. Lalu apa kaitannya dengan payung? Payung itu seperti persiapanmu dalam menghadapi kemungkinan-kemungkinan dalam hidupmu, sedangkan Hujan adalah masalah-masalah yang akan merintangi jalanmu. Sudahkah Kamu menyiapkan payung yang besar dan payung yang kuat untuk menghadapi hujan badai yang mungkin bisa Kamu hadap sewaktu-waktu? Ingat, banyak orang masih kehujanan meskipun sudah membawa payung. Jangan pernah menyalahkan hujan, karena hujan adalah sebuah proses. Kamu hanya perlu menyediakan payung yang benar-benar cocok untuk melindungi Kamu. Cobaan kehidupan ad...

Apa Kamu Bahagia dengan Gaya Hidupmu???

Sedikit cerita tentang Gaya Hidup, lantas mengapa Saya mengaitkannya dengan kebahagiaan? Menurutmu gaya hidup itu apa? dan Bahagia itu apa? Saya tahu jawabannya akan beragam, tapi ini mengenai Gaya hidup Saya dan Kebahagiaan Saya. Ada sebuah kalimat yang cukup menyentuh hati Saya,  "Menurut ilmu Fisika, TEKANAN berbanding lurus dengan GAYA. Jadi kalo Elo ngerasa hidup Elo banyak TEKANAN mungkin karena Elo kebanyakan GAYA."  Sebagian orang menyatakan pernyataan ini sebagai sebuah guyonan dan guyonan biasanya lucu serta sering dijadikan pajangan di salah satu akun sosmedmu. Bagi Saya ini bukanlah sesuatu yang lucu, ini patut untuk diperbincangkan. Banyak lo yang menukar hal-hal penting hanya untuk tampil bak sosialita. Itu semua demi gengsi. Selama gengsi itu tidak menyebabkan Kamu menipu orang, mencuri, berbohong, dan merugikan diri Kamu sendiri, It's Okey, Please do it! Untuk apa sih mengharapkan penghargaan dari orang lain, kalau ujung-ujungnya kamu harus berm...