Sedikit cerita tentang Gaya Hidup, lantas mengapa Saya mengaitkannya dengan kebahagiaan?
Menurutmu gaya hidup itu apa? dan Bahagia itu apa? Saya tahu jawabannya akan beragam, tapi ini mengenai Gaya hidup Saya dan Kebahagiaan Saya.
Ada sebuah kalimat yang cukup menyentuh hati Saya, "Menurut ilmu Fisika, TEKANAN berbanding lurus dengan GAYA. Jadi kalo Elo ngerasa hidup Elo banyak TEKANAN mungkin karena Elo kebanyakan GAYA." Sebagian orang menyatakan pernyataan ini sebagai sebuah guyonan dan guyonan biasanya lucu serta sering dijadikan pajangan di salah satu akun sosmedmu. Bagi Saya ini bukanlah sesuatu yang lucu, ini patut untuk diperbincangkan.
Banyak lo yang menukar hal-hal penting hanya untuk tampil bak sosialita. Itu semua demi gengsi. Selama gengsi itu tidak menyebabkan Kamu menipu orang, mencuri, berbohong, dan merugikan diri Kamu sendiri, It's Okey, Please do it!
Untuk apa sih mengharapkan penghargaan dari orang lain, kalau ujung-ujungnya kamu harus bermuka dua atau mencari muka. Itu semua menguras tenaga lo. Kalau hidup Mu simple, Kamu gak perlu melakukan kegiatan yang nggak ada maknanya.
Sedikit ilmu tentang Gaya hidup yang pernah saya ketahui, Meskipun hanya kutipan, tapi bisalah sedikit memberi gambaran untuk menjelaskan tentang Gaya Hidup sebenarnya.
Gaya Hidup berkaitan dengan semua pola seseorang dalam beraksi dan berinteraksi dengan lingkungannya. Saya yakin setiap individu memiliki polanya masing-masing, termasuk Saya salah satunya.
Menurut Chaney (dalam Idi Subandy,1997) ada beberapa bentuk gaya hidup, antara lain :
a. Industri Gaya Hidup
Dalam abad gaya hidup, penampilan-diri itu justru mengalami estetisisasi, “estetisisasi kehidupan sehari-hari” dan bahkan tubuh/diri (body/self) pun justru mengalami estetisisasi tubuh. Tubuh/diri dan kehidupan sehari-hari pun menjadi sebuah proyek, benih penyemaian gaya hidup. “Kamu bergaya maka kamu ada!” adalah ungkapan yang mungkin cocok untuk melukiskan kegandrungan manusia modern akan gaya. Itulah sebabnya industri gaya hidup untuk sebagian besar adalah industri penampilan.
b. Iklan Gaya Hidup
Dalam masyarakat mutakhir, berbagai perusahaan (korporasi), para politisi, individu-individu semuanya terobsesi dengan citra. Di dalam era globalisasi informasi seperti sekarang ini, yang berperan besar dalam membentuk budaya citra (image culture) dan budaya cita rasa (taste culture) adalah gempuran iklan yang menawarkan gaya visual yang kadang-kadang mempesona dan memabukkan. Iklan merepresentasikan gaya hidup dengan menanamkan secara halus (subtle) arti pentingnya citra diri untuk tampil di muka publik. Iklan juga perlahan tapi pasti mempengaruhi pilihan cita rasa yang kita buat.
c. Public Relations dan Journalisme Gaya Hidup
Pemikiran mutakhir dalam dunia promosi sampai pada kesimpulan bahwa dalam budaya berbasis-selebriti (celebrity based-culture), para selebriti membantu dalam pembentukan identitas dari para konsumen kontemporer. Dalam budaya konsumen, identitas menjadi suatu sandaran “aksesori fashion”. Wajah generasi baru yang dikenal sebagai anak-anak E-Generation, menjadi seperti sekarang ini dianggap terbentuk melalui identitas yang diilhami selebriti (celebrity-inspired identity)-cara mereka berselancar di dunia maya (Internet), cara mereka gonta-ganti busana untuk jalan-jalan. Ini berarti bahwa selebriti dan citra mereka digunakan momen demi momen untuk membantu konsumen dalam parade identitas.
d. Gaya Hidup Mandiri
Kemandirian adalah mampu hidup tanpa bergantung mutlak kepada sesuatu yang lain. Untuk itu diperlukan kemampuan untuk mengenali kelebihan dan kekurangan diri sendiri, serta berstrategi dengan kelebihan dan kekurangan tersebut untuk mencapai tujuan. Nalar adalah alat untuk menyusun strategi. Bertanggung jawab maksudnya melakukan perubahan secara sadar dan memahami betuk setiap resiko yang akan terjadi serta siap menanggung resiko dan dengan kedisiplinan akan terbentuk gaya hidup yang mandiri. Dengan gaya hidup mandiri, budaya konsumerisme tidak lagi memenjarakan manusia. Manusia akan bebas dan merdeka untuk menentukan pilihannya secara bertanggung jawab, serta menimbulkan inovasi-inovasi yang kreatif untuk menunjang kemandirian tersebut.
e. Gaya Hidup Hedonis
Gaya hidup hedonis adalah suatu pola hidup yang aktivitasnya untuk mencari kesenangan hidup, seperti lebih banyak menghabiskan waktu diluar rumah, lebih banyak bermain, senang pada keramaian kota, senang membeli barang mahal yang disenanginya, serta selalu ingin menjadi pusat perhatian.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa bentuk dari suatu gaya hidup dapat berupa gaya hidup dari suatu penampilan, melalui media iklan, modeling dari artis yang di idola kan, gaya hidup yang hanya mengejar kenikmatan semata sampai dengan gaya hidup mandiri yang menuntut penalaran dan tanggung jawab dalam pola perilakunya.
Dari lima gaya hidup di atas, bisa saja salah satunya merupakan gayamu. yang jadi pertanyaannya, apakah Kamu nyaman dengan gaya hidup yang Kamu pilih? Jawabannya hanya Kamu yang mengetahuinya. Dan pilihan yang Kamu pilih harus Kamu pertanggungjawabkan.
Bagi Saya, Gaya hidup yang Saya sukai adalah saat Saya bisa nyaman melakukan interaksi dengan orang di sekitar Saya. Saya lebih ingin menjadi diri Saya sendiri tanpa harus bersikap dibuat-buat ketika berada di depan orang lain. Yang ada di depan Kalian ya itulah Saya.
Meskipun tanpa adanya barang yang mewah yang melekat di badan Saya, ATM yang setia di tas Saya, Android, Kendaraan, atau apapun itu namanya, Saya tetap menyukai hidup Saya. "Bukannya hidup ini kita yang jalanin terus orang lain yang ngomentarin, terus ngapain Gue panik?"
Mungkin agak aneh ketika Saya menuliskan ini, tapi menulis itu dunia Saya.
Ada yang mau ngomentarin? Monggo dipersilakan.

Comments
Post a Comment